In News
Komaruddin Hidayat: “Hari Libur Agama Paling Tinggi di Indonesia”
Posted on Wednesday, 28 November 2018
Suara PPMI Daily, Kairo – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir bekerja sama dengan El-Montada (Komunitas mahasiswa Indonesia di Mesir yang sedang menempuh pendidikan S2 dan S3) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo sukses adakan seminar kebangsaan dengan tema “Involusi Pergerakan Islam: Politik Idetintas (?)” pada hari Jumat (6/4). Acara yang bertempat di Aula Daha KMJ, Distrik 10 Madinat Nasr itu juga dihadiri oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Usman Syihab.
Dalam sambutannya, Usman Syihab menyampaikan kekecewaannya kepada para pelajar dan mahasiswa Indonesia di Mesir (masisir) karena sedikitnya animo masisir pada nilai akademik.
“Minat mahasiswa kita kepada akademik masih sedikit. Kita harus introspeksi masing-masing. Yang hadir sedikit sekali padahal narasumbernya bukan orang sembarangan.” Ujarnya.
Murtadlo Bisyri selaku ketua El-Montada menyampaikan rasa terimakasihnya atas kehadiran Prof. Dr. Komaruddin Hidayat Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta (2006-2015) dan Gus Syafiq Hasyim, Ph.D., cendikiawan muslim Nahdlatul Ulama (NU) sebagai narasumber pada seminar tersebut. Ia juga menyampaikan harapannya kepada mantan rektor UIN Jakarta yang juga memiliki andil dalam pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) tersebut agar kelak UIII akan memiliki peran penting bagi masyarakat Islam Indonesia maupun dunia seperti Universitas Al-Azhar.
“Saya berharap UIII kedepan menjadi lembaga yang punya otoritas dan punya kewenangan seperti Al-Azhar, sehingga problem yang terjadi di Indonesia ada rujukannya. Harapannya, lembaga pendidikan yang punya otoritas itu ada.” Tambahnya.
Syafiq Hasyim sebagai narasumber pertama menyampaikan bahwa politik idenditas bukan hal yang baru. Sudah lama terjadi baik di Indonesia maupun di dunia internasional.
“Ada dua jenis politik idenditas. Yang pertama politik idenditas yang terkonsolidasi. Artinya ia diatur dalam proses demokrasi dan berhasil mengatasi persoalan-persoalan krusial, seperti yang terjadi di Lebanon dan Malaysia.” terangnya.
Komaruddin Hidayat juga menyampaikan bahwa perkembangan usia, posisi, jabatan, dan relasi mempengaruhi pemahaman keberagamaan. Ia juga menambahkan bahwa hubungan agama dan negara menjadi fenomena baru yang dihadapi agama di era modern, yang dulu tidak dihadapi.
“Hari libur agama paling tinggi di Indonesia. Hari libur nasional di Indonesia, paling tinggi diambil oleh hari libur agama. Ini menunjukkan bahwa agama dan negara di Indonesia itu bersaudara.” jelasnya.
Acara yang terlambat satu jam lebih itu menuai komentar dari peserta. “Lumayan lama ngaretnya, karena masih menunggu narasumbernya datang.” keluh Rahmatul.
Reporter: Ibnu Faqih dan Kholifatunnisa
Tulisan ini sudah dimuat di facebook suara ppmi daily
Komaruddin Hidayat: “Hari Libur Agama Paling Tinggi di Indonesia”
Kholifatunnisa
November 28, 2018
Kholifatunnisa
November 28, 2018
Kholifatunnisa
Integer sodales turpis id sapien bibendum, ac tempor quam dignissim. Mauris feugiat lobortis dignissim. Aliquam facilisis, velit sit amet sagittis laoreet, urna risus porta nisi, nec fringilla diam leo quis purus.
Related Articles
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)





0 comments:
Post a Comment