In News

Samhah Rozan Berbagi Pengalaman Meraih Beasiswa LPDP di Sorbone University, Paris


“Berawal dari mimpi, ikhtiar seikhlas hati, dibalut doa yang tak pernah henti.” Ujar Samhah saat mengawali pembicaraan di hadapan peserta Bincang Santai dan Silaturahim dan Bincang Santai Bareng Kak Samhah, yang diadakan senat mahasiswa Fakultas Bahasa Arab (FBA) Mesir akhir Maret lalu.

Samhah menceritakan usaha yang ia lakukan untuk merealisasikan impiannya melanjutkan studi S2 di salah satu negara favoritnya, Perancis. Sebulan setelah kepulangannya dari Mesir ke Indonesia pada November 2013, ia mencari tempat kursus bahasa Perancis. Kemudian pada awal 2014 ia mulai mengikuti kursus bahasa Perancis di sebuah lembaga kursus bahasa Perancis di Jakarta. Sistem belajar mengajar di Perancis menggunakan bahasa resmi Perancis. Oleh Karena itu, menguasai bahasa Perancis merupakan suatu keharusan. Sertifikat bahasa Perancis dengan predikat minimal B2 (level 4) merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) atau surat bukti diterima di universitas yang dituju. Setelah mendapatkan sertifikat, langkah yang selanjutnya ia tempuh adalah mencari beasiswa. Kemudian mendaftarkan diri secara online di website resmi Kementrian Pendidikan Perancis khusus untuk mahasiswa asing (non perancis) yang ingin melanjutkan studi di Perancis.

Putri bungsu KH. Muhammad Dawam Anwar dan Hj. Nurhaidah Abdillah itu juga menceritakan tentang lembaga beasiswa yang mensponsorinya. Lembaga Pengelola Dana Pendiidkan (LPDP) adalah program beasiswa dari pemerintah Indonesia bagi putra-putri bangsa Indonesia yang ingin melanjutkan kuliah S2 dan S3 baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Didirikan oleh Sri Mulyani pada tahun 2012, pamor LPDP terus naik karena sistemnya yang profesional dan teratur. LPDP berbeda dengan lembaga beasiswa lain yang sistemnya kurang tertata dengan baik sampai merugikan anggotanya karena terkadang terjadi keterlambatan pemberian dana pendidikan dari waktu yang sudah ditetapkan.

Mempunyai persyaratan pendaftaran yang sama dari tahun ke tahun, LPDP merupakan lembaga beasiswa yang cukup diburu di Indonesia. Persyaratan utamanya adalah surat kesehatan, rekomendasi tokoh berpengaruh atau atasan, tanda tangan surat pernyataan yang dapat diunduh dari laman resmi situs web LPDP, IPK minimal 3.0, sertifikat bahasa negara tujuan, rencana studi, menulis dua esai tentang kontribusi bagi Indonesia dan sukses terbesar dalam hidup, serta batas usia maksimal 35 tahun bagi yang ingin mengajukan ke jenjang magister (S2) dan 40 tahun bagi yang ingin melanjutkan ke jenjang doktor (S3).

Adapun tahap pengajuan beasiswa LPDP meliputi pendaftaran, seleksi administrasi, seleksi assessment (wawancara psikologi) online, kemudian proses terakhir yang meliputi tiga tahap yaitu seleksi wawancara, leadership group discussion (LGD), dan on the spot essay, dan penetapan penerimaan beasiswa.

Wanita yang lahir di Bekasi pada 6 Agustus 1990 itu juga menjelaskan proses wawancara yang dilakukan oleh tiga orang penguji, yang salah satunya merupakan seorang psikolog, kemudian satunya lagi seorang ahli di bidang keilmuan yang akan dituju, dan terakhir adalah seorang lainnya yang akan menanyakan pertanyaan umum. Wawancara dengan tiga orang penguji itu memakan waktu kurang lebih 30 menit. Adapun Leadership Group Discussion adalah diskusi berbahasa inggris dengan sebuah grup yang terdiri dari delapan sampai sepuluh orang, untuk mendiskusikan topik yang sedang hangat di Indonesia. Dalam diskusi tersebut, ada dua orang penguji yang akan mengawasi gerak-gerik dan peserta keaktivannya dalam diskusi. Sedangkan on the spot essay yaitu menuliskan esai berbahasa Indonesia tentang suatu topik yang sudah ditentukan penguji. Dalam tahap itu, peserta diwajibkan menulis esai dalam waktu 45 menit.

Samha yang juga hobi traveling itu memberikan tips bagi yang ingin mendaftarkan beasiwa LPDP. “Sebaiknya tidak meng-upload aplikasi pada batas maksimal pendafataran. Karena biasanya di akhir waktu pendaftaran, peserta yang ingin mengajukan beasiswa akan membludak sehingga applikasi tidak bisa diunggah akibat pengunjung situs yang sangat banyak.” Pesannya.

Sistem universitas di Perancis atau yang dikenal dengan CET, berbeda dengan sistem universitas di Indonesia. Setiap orang harus mendafar secara online, dan berhak untuk meng-apply ke maksimal 10 universitas di Perancis. Adapun dokumen yang harus dipersiapkan untuk meng-apply kuliah di Perancis adalah curriculum vitae (CV) satu halaman penuh berbahasa Perancis, surat motivasi berbahasa Perancis berisi alasan ingin kuliah di Perancis, alasan memilih universitas tersebut, rencana penelitian, ijazah S1 asli dan terjemahannya berbahasa Perancis yang diterjemahkan di lembaga penerjemahan tersumpah, transkrip nilai asli dan terjemah berbahasa Perancis, akte lahir asli dan terjemahannya berbahasa Perancis, serfitikat DELF (seperti TOEFL) minimal B2 untuk jurusan non sastra dan C2 untuk jurusan sastra, serta KTP, dan paspor.

Tahapan masuk universitas: konsultasi dengan kampus France (fraunx) semua yang ingin kuliah di Perancis harus melalui lembaga tersebut, mereka akan membantu memberikan saran dan memberikan arahan tentang tahapan untuk kuliah di perancis, setelah membuat CV dan surat motivasi selanjutnya akan melalui proses CEF yaitu proses mendaftar di laman online milik pemerintah Perancis khusus untuk mahasiswa asing dan melakukan pembayaran pendaftaran, kemudian menunggu respon kampus untuk mendapatkan LOA, kemudian setelah tiba di Perancis melakukan registrasi kampus untuk mendapatkan kartu mahasiswa.

Berbicara mengenai kuliah di Perancis, ada banyak hal yang menjadikan Perancis istimewa di mata Samhah. Selain karena fasilitas yang ditawarkan bersifat modern, biaya kuliah di Perancis juga terhitung cukup murah, yaitu 470 euro (sekotar 8 juta rupiah) pertahun sudah meliputi asuransi kesehatan yang ada di dalam universitas. Bagi yang berumur 26 tahun kebawah akan mendapatkan keuntungan lain, yaitu gratis masuk museum dan biaya transportasi setengah harga orang dewasa. Sedangkan bagi yang berumur 26 tahun keatas hanya diberikan gratis masuk museum pada hari minggu pertama awal bulan saja. Selain itu, Perancis merupakan pusat seni dan budaya. Semua keindahan Eropa ada di Perancis. Pelukis jalanannya adalah seniman asli bersertifikat, yang sertifikatnya didapatkan dari Walikotanya. Siapapun bisa membawa pulang karyanya hanya dengan membayar 20 euro.

Hal lain tentang Perancis yang menarik hati wanita yang dulu menempuh pendidikan s1 di Universitas Al-Azhar Kairo itu adalah mudahnya menemukan makanan halal. Restaurant universitas juga menyediakan berbagai makanan dengan harga mahasiswa. Selain itu, petugas kantin juga tidak segan untuk memberitakan kehalalan makanan kepada orang Islam.

Transportasi di Perancis juga merupakan yang terbaik di dunia. Di setiap sudut kota terdapat peta beserta petunjuknya. Bagi yang hobi travelling, Perancis juga mempunyai kereta cepat Perancis yang bisa digunakan antar negara. Kereta cepat tersebut bisa dibandrol dengan harga khusus bagi yang berumur dibawah 28 tahun. Untuk harga normalnya, ongkos sekali menaiki kereta cepat tersebut bisa mencapai 100 euro.

Selain berbagi pengalaman, Samhah juga memberikan motivasi bahwa masisir mampu untuk meraih beasiswa LPDP. “Lulusan Al-Azhar untuk kuliah di Eropa bukanlah hal yang mustahil.”


Note:
Artikel ini merupakan dokumen pribadi yang telat dipublish :)

Related Articles

2 comments: