![]() |
| Kabinet Inspiratif berpose usai Sidang Laporan Pertanggungjawaban |
Sejak berakhirnya Sidang Umum II MPA PPMI Mesir yang membahas Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pengurus (DP) PPMI Mesir pada Jumat 28 Juni lalu hingga hari ini, saya masih saja merasa ada yang aneh dengan cara penilaian LPJ PPMI Mesir Kabinet Inspiratif 2018-2019.
Saya mengapresiasi ketua organisasi atau ketua lembaga di ranah PPMI Mesir yang mau hadir, begitu juga dengan para peserta sidang lainnya. Tapi, saya masih saja menyaksikan beberapa organisasi atau lembaga tersebut mengirim utusan yang ‘kurang pas’ untuk dijadikan peserta sidang pada hari itu, yang mana hal itu saya ukur dari nalar kritisnya orang-orang tersebut.
Saya memperhatikan bagaimana presidium sidang berbicara, bagaimana tim verifikasi menyampaikan hasil temuan mereka, demikian halnya dengan tanggapan masing-masing fraksi. Namun, hal yang mereka sampaikan- saya rasa- kurang pas jika dianggap terlalu berlebihan dalam forum tersebut. Ada hal lain di balik itu yang menjadi tanggungjawab PPMI Mesir dan lebih layak untuk dikritisi, dari sekedar membahas ‘tidak sesuai dengan format KBBI’ atau ‘laporan kurang rinci’.
Saya belum mendengar ada yang membahas ‘’kenapa program ini perlu dilakukan, padahal sudah direalisasikan oleh kabinet sebelumnya’’ atau ‘’kenapa program ini bisa memakan dana sebanyak ini’’, atau ‘‘kenapa delegasi PPMI Mesir di Simposium PPI Dunia tidak melalui proses penyaringan’’ atau dikritisi masalah arsip hal yang berhubungan dengan keamanan, kesehatan, keselamatan, dan kejadian penting yang berhubungan dengan Masisir? Yang mana perbulan hal itu bisa dikoreksi, dan dijadikan bahan diskusi, atau hal lainnya.
Malah yang saya dengar ‘ini juhaina harusnya pake ‘h’ di belakangnya, ‘’ini juhaina rasa apa?’’ atau ‘‘ini air mineral mereknya apa ya?’’ padahal jelas-jelas junaina rasa apa saja dan air mineral merek apa saja harganya sama. Padahal, hal ini sudah dikoreksi oleh tim verifikasi keuangan dan pihaknya juga sudah menyampaikan bahwa hal-hal yang kiranya perlu diperbaiki sudah diperbaiki dengan baik, meskipun ada beberapa yang belum, tapi hal itu bukan kesalahan yang fatal.
Saya bukan menafikan teori ‘’administrasi yang baik itu mutlak’’ yang tertuang dalam bentuk laporan yang detail, jelas, dan rinci. Tetapi, -lagi-lagi menurut saya- ada hal yang luput dari perhatian kita semua. Hal itu yang seharusnya dikoreksi dan ditanyakan dengan detail sabab-musababnya bagaimana. Saya setuju, keuangan yang baik merupakan parameter organisasi yang baik, tapi saat tim verifikasi sudah mengoreksi hal itu, perlukah fraksi-fraksi membahas (lagi) hal tersebut?.
Ada banyak sekali tanggapan maupun kritik serta interpretasi dalam sidang tersebut. Banyak orang yang menafsirkan Badan Usaha Milik Organisasi (BUMO) sesuai dengan sudut pandangannya masing-masing dan hal itu tentu sah-sah saja. Namun diantara kabut-kabut pekat dan riuh, saya menganggap banyak peserta sidang yang kurang mengikuti perkembangan permasalahan di PPMI Mesir. Yang pada intinya, BUMO di tahun ini sudah mengalami kemajuan dari tahun sebelumnya. Keputusan yang diambil juga sudah melalui diskusi dengan MPA-BPA PPMI, yang juga sudah menetapkan UU BUMO tersebut. Jika anda belum mengikuti perkembangan BUMO dengan baik kemudian masih bersuuzon dengan PPMI, mohon maaf, saya harus katakan: nalar kritis anda bermasalah.
Yah, lagi-lagi menurut saya organisasi dan lembaga di ranah masisir agaknya perlu mengkaji ulang masalah anggotanya yang jadi ‘anggota tetap MPA-BPA PPMI Mesir’ demi menyelamatkan citra organisasi dan lembaga itu sendiri. Karena dalam mengoreksi Laporan Pertanggungjawaban DP PPMI Mesir, diperlukan nalar kritis yang baik. Harus mampu mengatur strategi untuk membaca where we are and where we are going to.
Demikian juga dengan presidium sidang, alangkah baiknya menimbang ulang bakal calon Tim Verifikasi. Harus yang benar-benar mumpuni di bidangnya, siap diajak kumpul membahas verifikasi menjelang hari H, yang siap dan sigap, mempunyai critical thingking yang baik, juga berkomitmen untuk bisa berdedikasi penuh dalam proses penggarapan Laporan Pertanggungjawaban yang bila dihadirkan di hadapan khalayak masisir, hal ini sudah betul-betul minim kesalahan. Komunikasi aktif antara presidium sidang (MPA PPMI Mesir) dengan pembuat laporan (Sekretaris dan Bendahara PPMI) dan tim verifikasi juga harus dijaga dengan baik. Agar kedepannya tidak ada tim verifikai yang menyangka bahwa Sekretaris PPMI Mesir hanya menyajikan laporan kegiatan dalam kaleidoskop saja. Padahal, terobosan Sekretaris PPMI Mesir itu adalah membuat laporan kegiatan dengan betul-betul detail, baik, dan terperinci. Ini –menurut saya- merupakan miss communication yang (sangat) fatal.
Di tangan tim verifikasi itu hal-hal detail seperti format penulisan dll dikomentari dan diperbaikiyang harusnya semua dikomentari dan diperbaiki. Sehingga adanya Sidang Umum II itu bukan untuk mengomentari format penulisannya, typo, ngga sesuai dengan format KBBI. Tapi, bahas hal lain yang lebih penting untuk dibahas. Karena –lagi-lagi menurut saya- tugas tim verifikasi tidak hanya mengoreksi layaknya dosen coret sana coret sini tanpa ada pengawalan ketat, tapi juga menghadirkan Laporan Pertanggungjawaban dengan sempurna. Jika ternyata masih ada sedikit kesalahan yang masih bisa ditolerir, mari sama-sama kita maklumi. Laporan itu tidak ditulis oleh tangan Tuhan.
Juga, Preidium sidang dianjurkan memperhatikan masalah efisiensi waktu. Untuk apa dibuat Tatib sidang dengan waktu yang sudah ditentukan sejak awal, jika seluruh pembicara bebas menyampaikan apa saja, yang jika waktunya tidak cukup bisa terus ditambah. Presidium sidang berkewajiban penuh dalam mengingatkan kepada masing-masing fraksi untuk menyampaikan poin-poin penting saja. Jika juru bicara dari satu fraksi kekurangan waktu untuk menyampaikan tanggapannya, presidium sidang bisa bermusyawarah dengan audiens tentang hal penambahan waktu.
Mungkin juga pimpinan MPA agaknya perlu memikirkan format sidang yang lebih baik. Mungkin dengan menyebarkan laporan pertanggungjawaban h-sekian sebelum sidang supaya didiskusikan bersama dan mengahasilkan poin-poin penting berupa kritik dan saran yang sesuai yang disampaikan dalam tanggapan perfraksi. Mungkin juga MPA bisa membuat rumusan standarisasi Laporan Pertanggungjawaban yang baik untuk selanjutnya dijadikan acuan.
Dan yang terakhir saya ingin menyampaikan bahwa saya tidak kecewa dengan berapapun nilai yang kalian berikan, asalkan porsi kritik anda sudah sesuai standar dan masuk akal. Ini bukan tulisan titipan, ini tulisan saya sendiri yang turun tangan langsung dalam organisasi PPMI. Akhirul kalam: Ambil baiknya, buang buruknya. Tetap bantu PPMI Mesir.
![]() |
| Rapat Kabinet Inspiratif menjelang ujian termin dua |


0 comments:
Post a Comment