In Thoughts

Berita-berita di Bulan ke-2 Karantina



Hai, udah 2 bulan aja kita karantina. Semakin berat rasanya untuk menahan diri agar tetap di rumah saja.

Rasanya bosan sekali, kesal dengan keadaan, dan.. ah, rindu yang harus terus ditahan tanpa ada pertemuan, semua sungguh terasa menyakitkan. 

Hmmm, Keadaan di Mesir saat ini menurut saya jauh lebih buruk dari keadaan Indonesia; jumlah penderita terus meningkat, ditambah kesadaran masyarakat yang rendah, peraturan jam malam semakin longgar. Duh, melihat semua ini aku pesimis untuk bisa menyeruput segarnya matcha frappucino starbucks di hari ulang tahunku nanti. 

Oh ya, semakin hari virus covid-19 rasanya semakin dekat dengan saya. Saya jadi makin takut keluar rumah. Karena ada 12 pelajar negara tetangga yang positif corona. Dan kabarnya, mereka tinggal di dekat restaurant Nur Malaysia. Artinya; rumahnya sangat dekat dengan rumahku.

Bahkan, baru-baru ini juga ada pelajar negara Thailand yang dinyatakan positiv corona. Dia tinggal di bawabat, bukan lingkungan rumah saya tapi mahasiswa Indonesia banyak yang tinggal disana. 

Yang lebih buruknya lagi, pagi ini beredar kabar orang Indonesia yang berstatus sebagai ODP karena sudah menunjukkan gejala-gejala corona. Ya meskipun bukan mahasiswa, tetep saja terasa menakutkan. Dia kan tinggal di daerah yang ramai ditinggali mahasiswa Indonesia juga.

Ah, rasanya saya ingin berteriak kencang. Saya bosan, saya lelah. Kapan semua ini akan berakhir?! Oh, tidak! Saya harus tarik ucapan tadi. Saya harus banyak bersyukur. Saya yakin banyak hikmah dari semua ini. Saya jadi ngerasa kalo kalender dengan tanggal merah berbulan-bulan itu ngga enak, saya jadi punya waktu buat belajar lebih banyak tentang desain grafis, dan buku gambar saya yang tadinya banyak kosongnya jadi hampir penuh. Alhamdulillah ya Allah.

Oh ya, saya mau bercerita tentang banyak hal menarik yang saya baca baru-baru ini. Ada dokter di Italia yang menemukan bahwa ternyata corona sudah ada di Italia sejak November 2019. Beliau memeriksa hasil CT Scan dari orang-orang yang mengidap gejala serupa dengan Pneumonia. Berita lengkapnya baca aja di sini. Reaksi saya setelah baca tulisan itu tuh: saya heran. Sedangkan di China sendiri kan virus itu baru ditemukan akhir Desember.

Tapi mungkin kalo Indonesia ngelakuin hal yang sama dengan Perancis, hasilnya juga ngga akan beda: akan ada penemuan kasus corona sebelum pasien pertama yang ditetapkan di Depok itu. Saya rasa begitu. Tapi ngeliat data kasus corona di Indonesia yang kurang akurat dan ngga serius, saya pesimis apakah ada orang Indonesia yang akan meneliti hal itu, kemudian menemukan fakta-fakta mengejutkan lainnya. Karena pasti untuk menemukan 'hal menarik' itu ngga mudah. Ya, kita tunggu aja. Orang hebat di Indonesia juga banyak, kok. 

Tapi jujur memasuki bulan ke 3 karantina saya jadi ngerasa terbiasa dengan keadaan ini. Ya kan mau ngga mau kita harus berdamai dengan keadaan. Ya mungkin aja nanti kita juga hidup berdampingan dengan covid-19 sama seperti berdampingan dengan virus-virus lainnya yang dulu juga mengejutkan dunia.

Terlepas dari konspirasi atau kontroversi lainnya, misalnya corona buatan Amerika dan sengaja ditaro di China karena perang dagang antara keduanya, atau virus itu bocor dari Lab yang ada di Wuhan, Covid-19 dikendalikan pemilik Microsoft, atau kartun dr. Simpson meramal kejadian ini, novel yang juga menceritakan ini, atau kontroversi Kim Jong Un udah mati, saya tuh tertarik buat tau semua itu, hehe. Entah kenapa belakangan saya suka mikir-mikir sendiri; kalo ternyata semua terungkap, lalu bagaimana? Apa yang akan terjadi? Pasti heboh dan saya suka keributan. Hihi.. 

Related Articles

0 comments:

Post a Comment