In Review

Review Singkat Novel Melbourne (Wedding) Marathon

 Melbourne (wedding) Marathon bercerita tentang kisah cinta Sydney Deyanira dengan seorang pemuda kaya raya bernama Anantha. Sydney mengenalnya akibat direkomendasikan oleh Rob untuk menjadi juru masak di rumahnya.


Anantha yang sudah lama menghilang dari dunia pesta akibat putus cinta dengan Danisha, meminta Sydney agar pura-pura jadi pacarnya, dan menemaninya ke setiap pesta. Awalnya Sydney menolak, tapi perjanjian di atas kertas itu akhirnya disetujui juga dengan konsekuensi pemberhentian kontrak.

Lambat laun mulai ada perasaan cinta diantara mereka. Namun akibat permintaan kakek Anantha yang memintanya menjauhi cucunya, Sydney berbohong agar jauh dari Anantha.

Beberapa tahun sesudahnya mereka dipertemukan di sebuah gedung yang ternyata milik Anantha. Perasaan sayang diantara mereka  kembali tumbuh hingga disatukan dalam ikatan pernikahan.

Novel ini menyuguhkan cerita ringan dengan bahasa yang mudah dipahami. Gaya khas penulis sangat dapat dirasakan pembaca yang sudah membaca seluruh novel karyanya.

Berlatar tempat di Jakarta, Melbourne, Singapore, dan Malaysia membuat imajinasi kita seakan ikut berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Tokoh dan kisahnya membuat cerita ini jadi apik dan menarik.

Namun, seperti novel-novel Almira Besari lainnya, banyak hal yang menurut saya harus diperbaiki lagi oleh penulis. Pendeskripsian tokoh yang tidak konsisten sedikit mengganggu imajinasi saya.

Misalnya saat saya membaca di chapter sebelum chapter 1, saat Sydney menelpon sahabatnya, tapi tidak menyebutkan siapa tokoh yang dimaksud disana. Saya berharap ada penjelasan singkat mengenai tokoh itu, meskipun dapat kita ketahui dari alur cerita setelahnya bahwa yang dimaksud disana adalah Rafka.

Di chapter 2, saat penulis menyinggung tentang sahabat Sydney yang lain, penulis menyebutkan nama lengkap berikut latar belakangnya. Padahal, di awal cerita saja sang tokoh utama tidak diceritakan latar belakangnya, bahkan nama panjangnya pun tidak disinggung sama sekali. Penulis akan mengetahui nama panjang Sydney saat ceritanya sudah jauh melalang buana.

Kemudian saya menemukan bagian cerita yang diulang-ulang, yang lagi-lagi tentang Detira. Fatalnya, pengulangan ini terjadi dengan jarak yang berdekatan, kira-kira hanya terpaut 22 paragraf. Meskipun pada pengulangan itu penulis menambahkan deskripsi tambahan tentang siapa Detira, ada cara lain yang harusnya ditempuh penulis untuk menambahkan deskripsi itu. Misalnya: "Kecantikan Detira memang bagai putrri yang menyamar di dunia kasta sudra. Hidungnya mancung, rambutnya kecoklatan, kulitnya putih, penampilannya elegan, dan juga pintar. ......."

Hal yang selanjutnya saya sayangkan adalah chemistry yang kurang terbangun pada jalan cerita itu sendiri. Seharusnya diceritakan saat Sydney yang bekerja di rumah Anantha itu memperoleh gaji pertamanya. Sebab, latar belakang pertemuan mereka itu karena urusan pekerjaan. Seolah-olah latar belakang ini terabaikan pada cerita itu sendiri.

Kemudian ada kesalahan yang menurut saya agak fatal, yaitu salah menyebut tokoh cerita. Ini terjadi di bagian saat rumah Anantha didatangi mantan kekasihnya, yang bernama Denisha. Seharusnya yang menyalakan interkom video dirumahnya adalah Anantha itu sendiri, tetapi ditulisnya Rafka, yang jelas-jelas tidak ada dalam bagian cerita itu sama sekali.

Akhir kata, novel Melbourne (Wedding) Marathon ini tetap saya rekomendasikan untuk dibaca sebagai hiburan, khususnya bagi penikmat cerita cinta.

Selamat membaca!

Related Articles

0 comments:

Post a Comment