In Cerpen

Sebuah Kisah Singkat di Majelis Ilmu

Malam itu di sebuah majelis ilmu, seorang Guru meminta muridnya bercerita. Diantara puluhan murid, nampak seorang pemuda malu-malu mengangkat tangannya. Sang Guru memintanya berdiri. Pria itu nurut. 

Berdiri di antara murid lainnya, meskipun matanya terus menatap ke bawah sambil menundukkan kepalanya. Tidak berani mengangkat pandangan atau kepala pada gurunya sedikitpun.

Laki-laki itu berdiri memegang pengeras suara. Badannya sedikit gemetar. Beberapa meter di depannya Gurunya duduk di atas sofa sambil memperhatikannya.

Puluhan detik anak muda itu hanya bisa mematung. Menghilangkan debar-debar irama jantung

Setelah berdehem beberapa kali, ia mulai angkat bicara. Menjelaskan ihwal dirinya yang konon tak pandai berbahasa Arab. 

Setelah puas beralasan, ia mulai bercerita. Tentang pangkat dan kehormatan di dunia.

Menurutnya, manusia seringkali terjebak pada hirarki. Seolah yang di atas harus lebih tinggi pendidikan formalnya. Atau yang menempati posisi yang lebih tinggi artinya lebih mulia dari yang di bawahnya.

Menurutnya juga, hirarki hanyalah struktur agar manusia bisa bekerja sama. . "Pemimpin menduduki kursi tertinggi tak selalu bermakna ia lebih hebat atau lebih mulia. Bukan seberapa berpangkat dan seberapa terhormat dirimu di dunia, tetapi seberapa berguna dirimu untuk orang-orang di sekelilingmu."

Murid-murid hanya mendengarkan. Tak ada yang bersuara, suasana khidmat bagai keramat di benak si pemuda yang tiba-tiba berhenti beberapa saat. Setelah menghirup nafas dalam-dalam, ia melanjutkan bicaranya.

"Akhlak itu diatas segalanya. Seumpama sudah berilmu jangan menyepelekan guru2 yang hanya lulusan pondok pesantren jawa. Tetap anggap diri kita santri, dan mereka tetap guru. Jangan sampai dengan gelar LC sudah merasa menjadi guru besar dan alim. Tetap merasa mubtadi," ujarnya dengan logat Jawa kental.

Nasihat tentang akhlak itu ditutup dengan pesan singkat:

"الأدب فوق العلم"

.

*terilhami dari kisah yang tentang guru dan murid

🤲اللهم اهدنا لأحسن الأخلاق🤲

Related Articles

0 comments:

Post a Comment