Kepada dunia tempat aku tumbuh beranjak semakin besar, ternyata seperti ini rasanya menjadi dewasa. Hidup dalam hal yang samar. Seolah aku harus membuka mataku lebih lebar untuk melihat masa depan.
Setiap detik waktu menjadi semakin berharga. Dan padanya aku bercerita bahwa aku ingin menjadi seperti ini dan seperti itu. Aku juga bercerita pada waktu tentang orang di sekitarku yang telah membentuk kepribadianku dan memengaruhi kehidupanku. Kadang aku juga bercerita tentang suami yang aku dambakan. Aku ingin kelak dia menjadi imamku. Ayah dari anak- anakku.
ah, waktu... begitu asyik aku bercerita hingga aku lupa dengan impianku. Tapi dari situlah aku mulai mengenal diriku sendiri.
Waktu...
denganmu aku tumbuh.
sejak aku dilahirkan sampai saat ini.
sekarang kau selalu membunyikan suara detik lebih keras.
untuk mengingatkanku akan usia yang terus bertambah.
terimakasih untuk waktu yang berpihak kepadaku.
yang memaksaku untuk menyadari bahwa aku tidak sendiri.
ada orang orang di sekirar yang terkadang tidak terlihat.
Tapi mereka peduli kepadaku.
kau mengajariku menjadi lebih dewasa.
0 comments:
Post a Comment