In Lifestyle

Karakteristik Pemimpin Organisasi Dalam Buku Disruption

Oleh: Kholifatunnisa




Judul buku: Disruption
Penulis: Rhenald Kasali
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta Tahun terbit: 2017
Jumlah halaman: 497
Harga buku: Rp. 185.000,00

Disruption merupakan istilah yang belakangan semakin populer dalam berbagai kalangan. Secara umum, kata berbahasa Inggris itu maknanya adalah gangguan. Namun dalam buku tersebut, disruption digambarkan sebagai sebuah inovasi yang akan menggantikan seluruh sistem lama dengan cara-cara baru. Disruption berpotensi menggantikan pemain-pemain lama dengan yang baru. Disruption juga menggantikan teknologi lama dengan teknologi digital yang menggantikan sesuatu yang benar-benar baru dan lebih efisien, juga lebih bermanfaat.

Dalam buku tersebut, Profesor Rhenald Kasali berusaha membedah teori Clayton M. Christensen, profesor dalam bidang administrasi bisnis di Harvard University mengenai disruptive Innovation dan menafsirkannya dalam berbagai lini kehidupan, dengan berbagai contoh kasus yang mudah dimengerti. Menurutnya, teori tersebut tidak hanya berlaku dalam aspek bisnis, investasi, dan keuangan, tapi juga terjadi secara kait-mengait dalam berbagai bidang kehidupan. Baik pemerintahan, politik, dunia hiburan, sosial, hingga organisasi. Oleh karena itu, pendiri Rumah Perubahan tersebut menjelaskan solusi untuk menghadapi era disrupsi. ‘’Solusi untuk menghadapi era disrupsi bukanlah motivasi, melainkan yang diperlukan adalah strategi untuk membaca where we are dan where we are going to.’’

Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia tersebut juga menjelaskan konsep disruption dalam lima bagian. Bagian pertama dengan judul ‘Suatu Seting Baru’ menceritakan definisi disruption, dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian bagian selanjutnya ‘Dari Aplikasi Mencari Teori’, dijelaskan tentang dampak disruption dalam kehidupan sehari-hari. Bagian ketiga adalah ‘Menyerang (Disrupting) atau Diserang (Disrupted)’. Di sini penulis menekankan pentingnya melakukan perubahan dalam suatu aspek yang masih memakai cara lama. Didalamnya kita bisa mempelajari pilihan-pilihan strategi yang dapat digunakan untuk menghadapi ‘’bencana’’ disruption. Dan bagian ke empat adalah ‘Mindset’. Sambil mengisahkan ekspedisi sejarah manusia pertama yang menginjak Kutub Selatan, penulis memberikan isyarat bahwa semua langkah ditentukan oleh cara berpikir. Bagian terakhir adalah ‘Akibat-Akibat’, yang dijelaskan di dalamnya mengenai kehancuran besar yang diciptakan disruption.Menurut saya, topik menarik yang dibahas penulis dalam buku ini adalah ‘disrupsi yang juga terjadi di ranah organisasi.’ Karena, secara global penulis menggambarkan dengan detail mengenai disrupsi dalam bidang ekonomi, namun sekaligus memberi isyarat bahwa hal itu bersinggungan dengan manusia itu sendiri sebagai pelaku perubahan.

Ulasan penulis mengenai karakteristik pemimpin organisasi juga dijelaskan dengan gamblang, detail, to the point, dan mudah dipahami. Bahkan, penulis memaparkan dengan lugas mengenai enam tipe organisasi, diawali dengan memberikan pemahaman yang baik mengenai self-disruption, dan diakhiri dengan self-driving. Hal tersebut mendongkrak pembaca untuk memahami isi pembahasan dengan betul-betul baik.

Buku disruption ini memiliki sistematika yang baik, demikian juga dengan penyajian data dalam buku tersebut. Penulisnya piawai dalam menjelaskan permasalahan, sehingga pembaca memahami betul permasalahan yang sedang dibahas. Dengan didukung oleh contoh-contoh dalam bentuk artikel, pembaca seakan diajak menyelami perkara dari akar sampai pucuknya. Mudah dibaca dan dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat dari berbagai level pendidikan.

Penulis juga menyajikan beragam quotes yang sesuai dengan duduk perkara, yang menjadikan pembaca dengan mudah mengingat arah pembahasan.

Namun, pembaca yang kurang menguasai Bahasa Inggris agaknya perlu merujuk kepada kamus berulang-ulang agar memahami kalimat maupun kata yang disajikan dalam Bahasa inggris. Sebab, penulis seringkali menggunakan campur kode dalam gaya penulisannya, maupun alih kode. Ini yang menjadikan kekurangan dalam buku tersebut. Akan tetapi dalam beberapa hal, penulis menjelaskan makna kata maupun kalimat berbahasa asing tersebut dalam kalimat atau paragraf selanjutnya.

Buku ini sangat cocok untuk dibaca oleh kaum pelajar, businessman, maupun santri. Untuk jiwa muda yang bertekad menjadi pemimpin dalam bidang apapun itu, anda harus membacanya. Agar wawasan kita terbuka untuk menanamkan karakter seorang driver pada diri kita. Sebab dunia yang baru membutuhkan pemimpin baru, cara baru, dan tentunya semua harus ‘’dilihat’’ dengan kacamata baru.

Hai para kapten maupun calon pemimpin organisasi PPMI Mesir, sudahkah anda membaca buku ini?.

*Tulisan ini telah diterbitkan di majalah SUARA PPMI Mesir Edisi 08

Related Articles

0 comments:

Post a Comment