Perjalanan umrohku sudah berakhir sebulan lalu. Rasanya, jiwaku masih terus berada di sana. Suasananya menyenangkan, banyak bangunan yang kental dengan sejarah, tata kota madinah yang rapi dan bersih, Mekkah dan hiruk pikuknya yang padat, burung-burung di sepanjang jalan, masjid-masjid yang punya keutamaan masing-masing, dan pastinya keramaian yang bikin kita semangat untuk berbuat baik, semua itu terasa saat berada di sana. Sayangnya, penyedia jasa umroh dari Indonesia tidak menawarkan paket umroh 30 hari lamanya. Tapi mungkin cerita saya bisa jadi sedikit referensi untuk membuat semua itu terealisasi secara mandiri.
APA YANG DIMAKSUD DENGAN UMROH MANDIRI DAN APA BEDANYA?
Jadi, umroh mandiri merupakan nama lain dari umroh backpacker. Namun, dikarenakan pemerintah Saudi melarang jamaah umroh untuk menempati penginapan ilegal, maka nama umroh backpacker diganti menjadi umroh mandiri. Yang dimaksud dengan penginapan ilegal yaitu dar (homestay) tak berijin dengan harga murah. Meski tidak murni layaknya backpacker, namun esensi dari backpacker itu sendiri dapat dirasakan saat umroh mandiri.
Mengapa tidak benar-benar backpacker?. Saya rasa negeri yang tandus ini kurang cocok dengan istilah backpacker. Penduduknya yang keras akan menolak untuk ditumpangi dengan cuma-cuma. Ditambah lagi, peraturan pemerintah yang keras dan disiplin yang tinggi menjadikan umroh backpacker menurut saya sulit terealisasi.
Perjalanan umroh sejatinya mirip dengan traveling. Harus ada visa, tiket pesawat, biaya transportasi, makanan, itinerary perjalanan, dan dana oleh-oleh juga tentunya. Perlu diperhatikan juga, dalam umroh, perempuan tidak bisa pergi tanpa ada laki-laki (mahrom) yang menemaninya. Jika tidak ada pasangan, ayah, atau saudara kandung, calon jamaah umroh bisa membayar surat mahram sebesar 20$.
Yang membedakan umroh mandiri dengan umroh full paket adalah service dan harganya. Dalam umroh full paket, calon jamaah hanya perlu membayar dana yang diminta pihak travel dan menyerahkan berkas-berkas yang dibutuhkan. Sedangkan dalam umroh mandiri, calon jamaah mungkin hanya dimintai dana untuk pembuatan visa, dana surat mahram (teman perjalanan), dana asuransi kesehatan, dan biaya tiket pesawat. Sisanya, semua diatur sendiri.
Service yang diberikan dari full package umroh adalah: tiket pesawat, guide, transportasi selama masa umroh, city tour Mekkah, city tour Madinah, city tour Thaif (tergantung travel), hotel, makanan, snack, id card, visa plus asuransi kesehatan, atribut travel; syal dan seragam, koper, manasik umroh, buku panduan umroh, surat mahram, itinerary perjalanan. Bahkan, beberapa travel memberikan bonus city tour di tempat transit jika pihak maskapai memberikan.
Sedangkan service yang diberikan dari umroh mandiri adalah: id card, atribut travel, manasik umroh, visa plus asuransi kesehatan, surat mahram sebagai persyaratan pembuatan visa, dan buku panduan umroh. Beberapa travel terkadang memberikan service lebih secara gratis yaitu berupa: city tour Mekkah, city tour Madinah, dan transportasi dari dan ke bandara, diantaranya Hanania jika jumlah rombongan mencapai 13 orang.
PLUS MINUS UMROH MANDIRI DAN UMROH NON MANDIRI
Plus-nya umroh mandiri:
• Jadwalnya fleksibel
• Masa kunjungan lebih lama
• Makanan bisa sesuai selera
• Bisa ke jabal nur dan jabal tsur
• Lebih mengenal lingkungan sekitar
• Kesempatan umroh lebih banyak
• Kesempatan ziarah lebih banyak
Plusnya umroh non-mandiri:
• Praktis, semua tersedia, ibadah jadi lebih enak.
Minusnya umroh mandiri:
• Apapun harus usaha sendiri
• Hotel seadanya (yang penting bisa istirahat)
Minusnya umroh non-mandiri:
• Masa kunjungan terlalu singkat
BAGAIMANA CARA APPLY VISA UMROH MANDIRI?
Adapun prosedur pembuatan visa umroh mandiri cukup mudah, untuk mendapatkannya, calon jamaah harus membelinya di agen travel. Persyaratannya berupa: ktp, file foto 4x6, kartu keluarga, kartu nikah (bagi pasangan yang ingin umroh bersama), dan paspor. Biasanya, biaya visa, id card, atribut travel, manasik, dan buku panduan umroh sekitar 280$.
APAKAH ADA KEAHLIAN YANG HARUS DIMILIKI PESERTA UMROH MANDIRI?
Kemampuan berbahasa asing khususnya bahasa arab sebaiknya dimiliki oleh calon jamaah umroh. Sebab, untuk mencari transportasi dari bandara ke hotel maupun sebaliknya, memerlukan negosiasi harga yang cukup sengit. Kemampuan berbahasa arab juga digunakan untuk mencari hotel atau penginapan, menanyakan arah, melakukan transaksi, dll.
BAGAIMANA CARA MENCARI HOTEL?
Applikasi traveloka, air bnb, booking.com, dan sejenisnya menyediakan hotel dengan harga beragam. Namun, jika ingin harga lebih murah, sebaiknya datangi langsung resepsionis hotel begitu tiba di sana. Diantara penginapan murah dengan jarak tidak terlalu jauh di Mekkah adalah; Hotel dar El-Eiman Al-Jazeera dengan harga mulai dari 50 SAR untuk satu kamar dengan 3 kasur dan 1 toilet, ada wifi di lobby, dan Zahrat Mina Hotel dengan harga 100 SAR dengan 5 kasur dengan 1 toilet. Sedangkan di Madinah ada banyak homestay di pasar Banggali dengan harga 40 riyal untuk satu kamar dengan 3 kasur, lemari es, kamar mandi, dan dapur.
BERAPA BIAYA YANG DIKELUARKAN PESERTA UMROH MANDIRI?
Kisaran biaya yang akan dikeluarkan oleh setiap individu berbeda satu sama lain. Namun, biaya pangkalnya yaitu:
• Visa, id card, atribut travel, manasik umroh, dan buku panduan umroh: sekitar 280$
• Surat mahrom bagi perempuan tanpa mahrom: 20$
• Asuransi kesehatan 55$
• Tiket pesawat pp (Cai-Jed atau Cai-Med): sekitar 350$
• Transport dari Jeddah ke Madinah: sekitar 110 SAR
• Transport dari Mekkah ke Jeddah: sekitar 75 SAR
• Transport dari Madinah ke Mekkah: sekitar 50 SAR
• Hotel permalam mulai dari 40 SAR untuk 3 orang (tinggal dibagi dan dikalikan masing2)
• Transportasi dari Masjidil Haram ke tempat miqat: 3 SAR sekali jalan
• Transportasi dari sekitar Masjidil Haram ke Jabal Nur atau Jabal Tsur: 20 SAR
• Makan (akan saya bahas di bawah)
BAGAIMANA CARA MENCARI TRANSPORT DARI MEKKAH KE MADINAH ATAU SEBALIKNYA?
• Dari Mekkah ke Madinah:
Banyak taksi dan semacam angkot di depan Hotel Jabal Omar (jalan Misfalla sebelum masuk masjidil haram).
Ada bus dari ....
• Dari Madinah ke Mekkah:
Banyak taksi dan semacam angkot di jalan sebelum pasar Banggali.
Bisa juga naik bus dari ..... atau naik Bus Setan (angkot ilegal) dari .....
MAKANAN
Untuk peserta umroh mandiri, sebaiknya membawa rice cooker, heater, piring dan sendok, atau meminjamnya kepada kenalan, atau membelinya di Mekkah atau Madinah.
Dianjurkan juga membawa bekal seperti beras, mi instan, saus dan sambal, lauk kering dan awet. Biasanya orang-orang membawa beras, rice cooker, dan heater. Lauknya kami beli di toko terdekat, jika menginap di hotel. Jika meningap di dar (homestay), bisa membeli nugget atau sayuran untuk dimasak di dapur.
Adapun saya pribadi dalam urusan makanan, membeli makanan di luar berupa nasi, makaroni, dan ayam atau nugget. Harga nasi mulai dari 7 SAR untuk 1 porsi (bisa untuk 2-3 porsi perempuan), ayam 3 potong dengan kentang dan isy harganya sekitar 20 SAR.
Sewaktu di Madinah, saya dan teman-teman menginap di hotel Wasel Faraj Al-Raddadi. Banyak jamaah Malaysia yang menginap disana. Saat jam makan telah usai dan tidak ada lagi jamaah yang makan, kami mendatangi tempat makan yang mereka sewa. Dengan senang mereka membagikan sisa makanan catering mereka. Katanya, biasanya makanan sisa sebanyak apapun itu akan langsung dibuang oleh pihak catering. Maka, saat di Madinah kami makan gratis dan tidak perlu membeli makanan.
BAGAIMANA CARA MENDAPATKAN OLEH-OLEH MURAH?
Para pekerja di Saudi biasanya pandai berbahasa Indonesia, karena orang Indonesia suka berbelanja. Di sebelah lobby hotel banyak toko-toko yang menjual ragam oleh-oleh.
Namun, untuk mendapatkan harga pas, sebaiknya membeli di supermarket Bin Dawood. Untuk mendapatkan parfum murah, sebaiknya beli di Kakiya.
• Bin Dawood Madinah
Bin Dawood Madinah terletak dekat pintu 10, di dalam hotel ..... lantai bawah. Disana, beragam oleh-oleh dijual dengan harga mahal dan kualitas terjamin. Pakaian, makanan, hingga souvenir ada di sana. Di gedung itu juga banyak toko-toko menjual gamis, abaya, parfum, dan souvenir dengan harga yang bisa ditawar.
• Pasar Banggali
Pasar Banggali letaknya di jalan lurusan pintu utama Masjid Nabawi. Banggali dalam bahasa Indonesia artinya Bangladesh. Para penjual disana merupakan orang-orang India, Pakistan, Bangladesh, yang lagi-lagi bisa berbahasa Indonesia sedikit-dikit. Disana ada parfum, kurma, sajadah, souvenir, dan oleh-oleh lainnya. Kalau berkunjung kesana, jangan lupa perhatikan barang-barang pribadi Anda karena tempatnya padat menjadi peluang terjadinya pencurian.
• Ka’kiya
Kakiya lokasinya jauh dari Masjidil Haram. Untuk menuju sana, kamu bisa menaiki uber atau taksi dengan kisaran harga 15 SAR. Kakiya mirip seperti pasar besar di Indonesia yang terdiri dari sebuah gedung dengan banyak toko dan parkiran di sekitarnya. Ragam oleh-oleh dijual disana. Diantara pusat oleh-oleh lain, Ka’kiya menawarkan satu pax parfum isi 10 dengan harga lebih murah dibanding pasar lainnya.
• Souq (Pasar) Ja’fariyah
Pasar ja’fariyah juga jauh dari Masjidil Haram. Untuk menuju sana, kamu harus merogoh kocek 15 SAR untuk sekali jalan. Yang membedakan pasar Ja’fariyah dengan pusat oleh-oleh lain adalah, terdapat ragam kerudung Turki dengan mutif menarik disana. Diantara brand kerudung yang biasa dijadikan oleh-oleh adalah wafa. Harganya 15 SAR untuk ukuran 110x110, dan 20 SAR untuk ukuran besar.
• Souq Tamr (Pasar Korma)
Pasar Kurma letaknya di Madinah. Lokasinya tidak jauh dari pasar Banggali. Kurma dengan beragam jenis dijual disana dengan harga bervariasi.
KENAPA MEMILIH UMROH MANDIRI?
Hanya saja, hal yang mendorong saya untuk mengikuti program umroh mandiri adalah; pengalaman yang tak terbayar oleh apapun. Disamping itu, dengan mengikuti umroh mandiri, artinya saya bisa berada di Saudi selama 25 hari, yang mana hal tersebut mungkin tidak mudah didapatkan. Selain itu, umroh mandiri juga mengajarkan kita kemandirian. Bukankah tidak mudah, mengunjungi negara baru dengan budaya dan bahasa yang sangat berbeda dengan negara asal kita?. Jika berhasil memanage semua itu, saya yakin ada kepuasan sendiri dan pengalaman yang tidak akan terlupakan.
APAKAH UMROH MANDIRI BERARTI UMROH DENGAN BIAYA LEBIH MURAH?
Esensi dari umroh mandiri sebenarnya adalah umroh dengan masa yang lama. Jadi, yang dijadikan patokan adalah waktu, bukan harga. Karena, untuk umroh mandiri dari Mesir saja, saya menghabiskan biaya lebih dari 17 Juta (efek dari corona; beli tiket pesawat baru seharga 4,4 juta Jed-Cai one way). Harga itu pun belum termasuk biaya visa entry Mesir seharga 100$ akibat tidak punya visa. Jadi, kesimpulannya; umroh mandiri tidak lebih murah dari umroh full paket.
TIPS UMROH MANDIRI
1. Jangan lupa gunakan id card kemanapun dan dimanapun
2. Jaga kekompakan dengan team
3. Miliki jiwa berbagi dan peduli dengan tim
4. Siapkan uang emergency
5. Hemat
BISAKAH LEBIH DARI 25 HARI?
Masa berlaku visa umroh biasanya 30 hari yang bisa digunakan mulai tanggal dikeluarkan sampai 30 hari kedepan. Namun, masa turunnya visa umroh tidak bisa dipresiksi. Biasanya, travel hanya mampu menetapkan waktu kira-kira. Misalnya travel menyatakan visa turun di tanggal 20. Bisa jadi, benar-benar turun di tanggal itu, bisa jadi keesokan harinya atau baru akan turun lusa.
Maka, jika ingin umroh dengan masa puluhan hari, diperlukan kocek lebih banyak untuk biaya tiket pesawat. Sebab, calon jamaah baru bisa membeli tiket saat turunnya visa. Membeli tiket dengan waktu penerbangan terdekat tentu memerlukan uang lebih banyak. Untuk itu, dianjurkan untuk membeli tiket setelah adanya visa. Sebab, jika membeli tiket penerbangan sebelum ada visa dan ternyata di tanggal tersebut visa belum ada, jamaah harus me-reschedule tiket yang sudah dibeli. Seperti yang kita tahu, reschedule tiket penerbangan merogoh kocek yang terbilang cukup mahal.
Biasanya, pihak travel mengadakan perjanjian dengan peserta umroh untuk tidak tinggal di Saudi melebihi batas waktu yang ditentukan. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya overstay. Sebab, jika hal itu terjadi, provider visa akan memintanya kepada jamaah. Dan, biaya overstay mencapai puluhan juta rupiah.
Hal tersebut berbeda halnya dengan paket umroh full service yang waktu kunjungannya sekitar 10 hari plus perjalanan. Masanya lebih longgar sehingga mengatur jadwalnya lebih mudah.
PENGALAMAN UNTUK JADI PELAJARAN
Masa keberadaan saya di Saudi (plus perjalanan) memang tidak 25 hari full, disebabkan pandemi corona yang memaksa saya dan kawan-kawan harus meninggalkan saudi secepat mungkin karena ditutupnya akses darat, laut, dan udara dari Saudi ke Mesir dan beberapa negara sekitar yang saat itu sudah terpapar virus corona. Jika dihitung, hanya 19 hari plus perjalanan. Tapi, ada beberapa pengalaman dan pelajaran yang saya dapat selama disana, diantaranya;
• Tentang planning dan bagaimana cara merealisasikannya. Hal ini terlalu personal bagi saya,
jadi saya tidak akan membahasnya.
• Kemudian tentang memanfaatkan waktu dan kesempatan. Saya merupakan orang yang bisa dikatakan; agak narsis. Namun, hal tersebut saya abaikan ketika di sana. Hal itu mengakibatkan saya tidak punya satu fotopun -foto sendirian- di depan ka’bah, dan saya menyesalinya begitu mendengar kabar penutupan ka’bah secara tiba-tiba. Sejak itu, saya bertekad untuk mengikuti naluri saya sebagai pengabdi kenangan dengan memotret apapun yang saya inginkan, atau mengabadikan apapun dalam video.
• Lalu tentang membuat keputusan dengan hasil paling aman. Dengan memutuskan untuk segera check-out hotel dan segera menuju bandara begitu beredarnya berita penutupan akses Saudi-Mesir. Membeli tiket pesawat dengan jadwal penerbangan sesegera mungkin meskipun dengan harga mahal, untuk meminimalisir kemungkinan dicancelnya penerbangan selanjutnya.
So far, cuma ini yang bisa aku share ke kalian. Semoga bisa memberikan gambaran tentang umroh mandiri dan full paket. Aku harap, ini bisa jadi referensi untuk kawan-kawan yang mau umroh.
Cheers,
Kholifatunnisa
Cheers,
Kholifatunnisa

0 comments:
Post a Comment